BAB I
PENDAHULAN
PENDAHULAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Manusia adalah makhluk hidup yang diberikan berbagai
potensi oleh Tuhan, setidaknya manusia diberikan panca indera dalam hidupnya.
Namun tentu saja potensi yang dimilikinya harus digunakan semaksimal mungkin
sebagai bekal dalam menjalani hidupnya. Untuk memaksimalkan semua potensi yang
dimiliki oleh kita sebagai manusia, tentunya harus ada sesuatu yang mengarahkan
dan membimbingnya, supaya berjalan dan terarah sesuai dengan apa yang
diharapkan.
Mengingat begitu besar dan berharganya potensi yang
dimiliki manusia, maka manusia harus dibekali dengan pendidikan yang cukup
sejak dini. Dilain pihak manusia juga memiliki kemampuan dan diberikan akal
pikiran yang berbeda dengan makhluk yang lain. Sedangkan pendidikan itu adalah
usaha yang disengaja dan terencana untuk membantu perkembangan potensi dan
kemampuan manusia agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya.
Secara sosiologi pendidikan adalah sebuah warisan budaya dari generasi kegenerasi, agar kehidupan masyarakat berkelanjutan, dan identitas masyarakat itu tetap terpelihara. Sosial budaya merupakan bagian hidup manusia yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan hampir setiap kegiatan manusia tidak terlepas dari unsur sosial budaya.
Secara sosiologi pendidikan adalah sebuah warisan budaya dari generasi kegenerasi, agar kehidupan masyarakat berkelanjutan, dan identitas masyarakat itu tetap terpelihara. Sosial budaya merupakan bagian hidup manusia yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan hampir setiap kegiatan manusia tidak terlepas dari unsur sosial budaya.
Memasuki abad ke-21 dan menyongsong milenium ketiga
tentu akan terjadi banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat sebagai akibat
dari era globalisasi. Dan pada kenyataannya masyarakat mengalami perubahan
sosial yang begitu cepat, maju dan memperlihatkan gejala disintegratif yang
meliputi berbagai sendi kehidupan dan menjadi masalah, salah satunya dirasakan
oleh dunia pendidikan. Tak hanya perubahan sosial, budaya pun berpengaruh besar
dalam dunia pendidikan akibat dari pergeseran paradigma pendidikan yaitu
mengubah cara hidup, berkomunikasi, berpikir, dan cara bagaimana mencapai
kesejahteraan. Dengan mengetahui begitu pesatnya arus perkembangan dunia
diharapkan dunia pendidikan dapat merespon hal-hal tersebut secara baik dan
bijak.
B.
RumusanMasalah
Dari rumusan masalah
diatas yang bersifat umum, dapat dijabarkan beberapa pertanyaan sebagai berikut
:
1.
Apa yang
dimaksuddenganlandasansosialbudaya?
2. Sosiologi dan Pendidikan ?
3. Kebudayaan dan Pendidikan ?
4. Masyarakat Indonesia dan pendidikan ?
5. Implikasi konsep pendidikan ?
C.
Tujuan
Untukmengetahuiapa yang dimaksuddenganlandasan social budayadan implikasinyadalampelayanankonselingpadaumumnya,
khususnyadalambimbingandankonselingantarbudaya.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN SOSIOLOGI
Menurut etimologi sosiologi berasal dari bahasa Latin
yaitu kata socious yang berarti teman, dan logos berasal dari bahasa Yunani
yang berarti pengetahuan. Pengertian tersebut diperluas menjadi ilmu
pengetahuan tentang pergaulan hidup manusia atau masyarakat.
Definisi sosiologi menurut para ahli
:
1.
Menurut
Roucek dan Warren sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan manusia dalam
kelompok.
2. Selo Soemardjan dan Soelaiman
Soemardi menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur
sosial dan proses sosial, termasuk perubahan sosial. Struktur sosial adalah
keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial, lembaga-lembaga sosial,
kelompok-kelompok sosial, dan lapisan-lapisan sosial.
3. August Comte berpendapat bahwa
sosiologi adalah ilmu terutama mempelajari manusia sebagai makhluk yang
mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya.
B. PENGERTIAN BUDAYA
Kata budaya dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia diartikan sebagai pikiran, akal budi atau adat-istiadat. Secara tata
bahasa, pengertian kebudayaan diturunkan dari kata budaya yang cenderung menunjuk
pada pola pikir manusia. Kebudayaan sendiri diartikan sebagai segala hal yang
berkaitan dengan akal atau pikiran manusia, sehingga dapat menunjuk pada pola
pikir, perilaku serta karya fisik sekelompok manusia.
Menurut Taylor kebudayaan adalah
totalitas yang kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, hukum,
moral, adat dan kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh
orang sebagai anggota masyarakat. Imran Hasan mengemukakan bahwa kebudayaan
adalah keseluruhan hasil manusia hidup bermasyarakat berisi aksi-aksi terhadap
dan oleh sesama manusia sebagai anggota masyarakat yang merupakan kepandaian,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat sitiadat dan nilai-nilai kepandaian.
Sedangkan Kneller mengatakan kebudayaan adalah cara hidup yang telah
dikembangkan oleh anggota-anggota masyarakat.
Kebudayaan yaitu “keseluruhan sistem
gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat
yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar” (Koentjaraningrat, 1985). Terdapat
tiga jenis wujud dari kebudayaan, ketiga wujud kebudayaan tersebut adalah:
1) Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari
ide-ide, gagasan-gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan-peraturan, dsb.
2) Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas
kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat.
3) Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya
manusia.
C. PENGERTIAN SOSIAL BUDAYA
Sosial budaya adalah struktur sosial dan pola budaya
dalam suatu masyarakat. Landasan sosial budaya, mengacu pada hubungan antar
individu, antar masyarakat dan individu secara alami, artinya aspek yang telah
ada sejak manusia dilahirkan. Landasan sosial budaya pada pendidikan
adalahperanan aspek sosial budaya pada pendidikan.
Sebagai makhluk sosial, manusia merupakan bagian dari
sistem sosial masyarakat secara berkelompok membentuk budaya. Karena aspek
sosial telah melekat pada diri individu, maka perlu dikembangkan dalam
perjalanan hidup peserta didik agar
menjadi matang. Di samping tugas pendidikan mengembangkan aspek sosial, aspek
itu sendiri sangat berperan dalam membantu anak dalam mengembangkan dirinya.
Maka segi sosial ini perlu diperhatikan dalam proses pendidikan.
Landasansosial-budayamerupakanlandasan yang
dapatmemberikanpemahamankepadakonselortentangdimensikesosialandandimensikebudayaansebagaifaktor
yang
mempengaruhiterhadapperilakuindividu.Seorangindividupadadasarnyamerupakanproduklingkungansosial-budayadimanaiahidup.
Sejaklahirnya,
iasudahdididikdandibelajarkanuntukmengembangkanpola-polaperilakusejalandengantuntutansosial-budaya
yang ada di sekitarnya. Bab ini membahas landasan sosial
budaya dalam pendidikan uraiannya diatas secara berturut-turut , seperti
membahas tentang : Sosiologi dan pendidikan, Kebudayaan dan pendidikan,
Masyarakat dan sekolah, Masyarakat indonesia dan pendidikan, dan implikasi
konsep pendidikan.
A.
Sosiologi dan Pendidikan.
a)
Definisi sosiologi pendidikan
Ada sejumlah
definisi tentang sosiologi, namun walaupun berbeda-beda bentuk kalimatnya,
semuanya memiliki makna yang sama. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari
hubungan antara manusia dalam kelompok dan struktur sosialnya. Jadi, sosiologi
mempelajari bagaimana manusia itu berhubungan satu dengan yang lain dalam
kelompoknya dan bagaimana susunan unit-unit masyarakat atau sosial disuatu
wilayah serta kaitannya satu dengan yang lainnya. . Salah satu bagian
sosiologi, yang dapat dipandang sebagai sosiologi khusus adalah sosiologi
pendidikan.
Beberapa defenisi sosiologi pendidikan menurut
beberapa ahli:
Menurut F.G. Robbins, sosiologi pendidikan adalah
sosiologi khusus yang tugasnya menyelidiki struktur dan dinamika proses
pendidikan. Struktur mengandung pengertian teori dan filsafat pendidikan,
sistem kebudayaan, struktur kepribadian dan hubungan kesemuanya dengan tata
sosial masyarakat.
Menurut H.P. Fairchild dalam bukunya ”Dictionary of
Sociology” dikatakan bahwa sosiologi pendidikan adalah sosiologi yang
diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang fundamental. Jadi
ia tergolong applied sociology.Dari beberapa defenisi di atas, dapat
disimpulkan bahwa sosiologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari seluruh
aspek pendidikan, baik itu struktur, dinamika, masalah-masalah pendidikan,
ataupun aspek-aspek lainnya secara mendalam melalui analisis atau pendekatan
sosiologis.
a.
Sosiologi mempunyai ciri-ciri
sebagai berikut :
a.
Empiris
Adalah ciri
utama sosiologi sebagai ilmu. Sebab ia bersumber dan diciptakan dari kenyataan
yang terjadi di lapangan, atau yang berdasarkan pada observasi dan logika.
b.
Teoritis
Adalah teori
yang menunjukkan pernyataan secara logis untuk menjelaskan hubungan sebab
akibat.
c.
Kumulatif
Adalah
teori-teori yang berkomulasi mengarah kepada teori yang lebih baik, dan sebagai
hasil bentukan yang didasarkan pada teori yang sudah ada.
d.
Nonetis
Adalah teori
itu menceritakan apa adanya tentang masyarakat beserta individu-individu
didalamnya, tidak menilai hal itu baik atau buruk.
Salah satu bagian sosiologi, yang dapat dipandang
sebagai sosiologi khusus adalah sosiologi pendidikan. Sosiologi pendidikan ini
membahas sosiologi yang terdapat pada pendidikan. Wiradji (1988) menulisi bahwa
sosiologi pendidikan meliputi : (1) interaksi guru-siswa, (2) dinamika kelompok
dikelas dan di organisasi intra sekolah, (3) struktur dan fungsi sistem pendidikan,
(4) sistem-sistem masyarakat dan pengaruh terhadap pendidikan. Proses sosial
dimulai dari interaksi sosial dan dalam proses sosial itu selalu terjadi
interaksi sosial. Interaksi dan proses sosial didasari oleh faktor-faktor
berikut :
a.
Imitasi : peniruan yang bersifat
positif dan bisa pula bersifat negatif, kecenderungan meniru sikap, tindakan
tingkah laku, atau penampilan fisik
seseorang.
b.
Sugesti : sikap, pandangan dan
pendapat orang lain yang diterima tanpa berfikir ulang.
c.
Identifikasi : keinginan dalam diri
seseorang untuk menjadi sama persis dengan pihak lain, identifikasi mencoba
menyamakan dirinya dengan orang lain baik secara sadar maupun dibawah sadar.
d.
Simpati : suatu proses ketika
seseorang merasa tertarik kepada pihak lain berkaitan dengan perilaku atau
menyeluruh.
Dalam proses
Sosial terdapat interaksi sosial,yaitu suatu hubungan sosial yang
dinamis.Interaksi sosial akan terjadi apabila memenuhi dua syarat sebabagai
berikut:
Ø
Kontak sosial
Baik kontak sosial maupun komunikasi
dapat menghasilkan interaksi sosial yang positif dan dapat pula negatif.Hal ini
bergantung kepada hasil akhir dari interaksi sosial itu. Kontak sosial dapat
berlangsung dalam tiga bentuk,yaitu:
·
Kontak antarindividu,misalnya anak
dengan ibu rumah tangga,siswa dengan guru atau siswa dengan siswa disekolah
·
Kontak antara individu dengan
kelompok atau sebaliknya.contoh:Seorang remaja ingin ikut perkumpulan sepak
bola,dan seorang guru mengajar dikelas.
·
Kontak antarkelompok,misalnya: rapat
orang tua siswa dengan guru-guru.
Ø
Komunikasi
Adalah proses penyampaian pikiran
dan perasaan seseorang kepada orang lain atau sekelompok orang.Ada sejumlah
alat yang dapat dipakai mengadakan komunikasi, yaitu melalui:
·
Secara langsung
Melalui pembicaraan,melalui
mimik,dll
·
Secara tidak langsung
Melalui pelantara
seperti:Hp,email,facebook,dll
b)
Bentuk-bentuk interaksi sosial,yaitu
sebagai berikut:
1. Proses
asosiatif
Adalah
jenis interaksi sosial yang mengarah pada persatuan dan dapat meningkatkan
hubumgan solidaritas antarindividu atau kelompok. Berbagai jenis proses
asosiatif sebagai berikut:
a. Kerja
Sama ( Coorperation ) Merupakan suatu usaha bersama antara perorangan atau
kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
·
Tawar-menawar (
bergaining), yaitu bentuk perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara
dua pihak atau lebih.
·
Kooptasi (cooptation),
yaitu bentuk kerja sama yang dilakukan denga jalan menyepakati pimpinan yang
akan ditunjuk untuk mengendalikan jalan organisasi/kelompok.
·
Koalisi (coalition),
yaitu kerja sama dua organisasi politik atau lebih untuk mencapai tujuan yang
sama dengan cara bergabung menjadi satu.
·
Pantungan (joint
venture), yaitu kerja sama dua badan usaha atau lebih untuk meraih keuntungan
dalam bidang ekonomi.
b.
Akomodasi adalah interaksi sosial antara
individu ddan kelompok dalam upaya menyelesaikan suatu pertentangan. Berbagai
bentuk akomodasi sebagai berikut:
·
Koersi (coercion),
yaitu bentuk akomodasi yang dilaksanakan dengan menggunakan tekanan (pemaksaan)
sehingga salah satu pihak berada dalam keadaan lebih lemah dibanding pihak
lawan.
·
Kompromi (compromise),
yaitu persetujuan dengan jalan untuk mengurangi tuntutan.
·
Arbitrase
(arbitration), yaitu suatu usaha penyelesaian sengketa dengan bantuan pihak
ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak yang bersengketa. Biasanya
melibatkan pihak berwajib untuk menyelesaikan masalah.
·
Mediasi (mediation),
yaitu proses pengikutsertaan pihak ketiga sebagai penasihat yang netral alam penyelesaian suatu
perselisihan.
·
Konsiliasi
(conciliation), yaitu usaha memperemukan keinginan pihak yang bersilisih untuk
mencapai persetujuan melalui lembaga sosial untuk menyelesaikan perselisihan
tersebut.
·
Toleransi, yaitu suatu
sikap menghargai perbedaan dalam masyarakat.
·
Stalemate, yaitu
keaadaan yang ditandai adanya kekuatan seimbang dari kedua pihak yang bertikai
sehingga pertikaian terhenti pada titik tertentu.
c.
Asimilasi adalah proses
peleburan dua atau lebih kebudayaan yang berbeda menjadi satu kebudayaan
tunggal yang dirasakan sebagai kebudayaan bersama.
d.
Akulturasi
adalah proses penerimaan dan pengolahan unsur-unsur kebudayaan asing
menjadi bagian dari kebudayaan suatu kelompok tanpa menghilangkan kepribadian
ataupun ciri khas kebudayaan yang asli.
e.
Proses Disosiatif adalah interaksi sosial yang
mengarah pada perpecahan. Bentuk proses disosiatif sebagai berikut:
1.
Persaingan/Kompetisi
Adalah
suatu proses sosial yang dilakukan individu/kelompok untuk mencari keuntungan
melalui bidang-bidang kehidupan tertentu.
2.
Kontraversi
Adalah
usaha untuk merintangi atau menggagalkan tercapainya tujuan pihak lain.
3.
Pertentangan
(Pertikaian/konflik)
Adalah
suatu proses sosial ketika seseorang atau kelompok dengan sadar atau tidak
sadar menentang pihak lain disertai ancaman atau kekerasan untuk mendapykan
keinginan/tujuannya.
Kini mari kita lanjutkan dengan pembahasan tentang
kelompok sosial. Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia itu merupakan suatu
individu dan sekaligus bagian dari masyarakat.sebagai suatu individu,ia
merupakan suatu kesatuan yang utuh serta bersifat unik.kelompok sosial berarti
himpunan sejumlah orang,paling sedikit dua orang, yang hidup bersama,karena
cita-cita yang sama.Ada beberapa persyaratan untuk terjadinya kelompok
sosial,yaitu:
1.
Setiap anggota memiliki kesadaran
sebagai bagian dari kelompok.
2.
Ada interaksi atau hubungan timbal
balik antara anggota.
3.
Mempunyai tujuan yang sama
4.
Membentuk norma yang mengatur ikatan
kelompok
5.
Terjadi struktur dalam kelompok yang
membentuk peranan dan status sebagai dasar kegiatan dalam kelompok.
Dalam dunia pendidikan kelompok sosial ini bisa
berbentuk kelompok personalia,sekolah,kelompok guru,kelompoksiswa,kelompok
kelas,subkelas,kelompok belajar dirumah dan sebagainya.kelompok sosial di
bedakan menjadi dua kelompok yaitu:
Ø
Kelompok primer akan terjadi
manakala hubungan antar anggota yang cukup erat,kenal,dan akrab satu dengan
yang lain.Contohnya:Didalam kelas dan kelompok belajar dirumah.
Ø
Kelompok sekunder ialah kelompok
yang anggotanya cukup banyak sehingga sering mereka tidak kenal satu dengan
yang lainnya,Contoh:Dosen-dosen suatu perguruan tinggi yang besar,dan beberapa
organisasi profesi.
c) Tujuan sosiologi
pendidikan sebagai berikut :
1.
Sosiologi menunjukkan pentingnya
kegiatan sosialisasi anak-anak dalam pendidikan.
2.
Memberikan bantuan dalam usaha
menganalisis proses sosialisasi anak-anak.
3.
Kelompok sosial adalah
lembaga-lembaga masyarakat dengan berbagai bentuknya,termasuk sekolah.
4.
Dinamika kelompok,yang sudah tentu
berlaku juga dalam dunia pendidikan.
5.
Konsep-konsep untuk mengembangkan
kelompok sosial dan lembaga-lembaga masyarakat.
6.
Nilai-nilai yang ada dimasyarakat
serta keharusan sekolah untuk mengembangkan aspek itu pada diri anak-anak.
7.
Peranan pendidikan pada masyarakat.
8.
Dukungan masyarakat terhadap
pendidikan.
Tujuan sosiologi pendidikan pada dasarnya untuk
mempercepat dan meningkatkan pencapaian tujuan pendidikan secara keseluruhan.
Karena itu, sosiologi pendidikan tidak akan keluar dari upaya-upaya agar
pencapaian tujuan dan fungsi pendidikan tercapai menurut pendidikan itu
sendiri. Secara universal tujuan dan fungsi pendidikan itu adalah memanusiakan
manusia oleh manusia yang telah memanusia. Itulah sebabnya sistem pendidikan
nasional menurut UUSPN No. 2 Tahun 1989 pasal 3 adalah “ untuk mengembangkan
kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia
dalam rangka upaya mewujudkan tujaun nasional”. Menurut fungsi tersebut jelas
sekali bahwa pendidikan diselenggarakan adalah:
1.
untuk mengembangkan kemampuan
manusia Indonesia,
2.
meningkatkan mutu kehidupan manusia
Indonesiam
3.
meningkatkan martabat manusia
Indonesia
4.
mewujudkan tujuan nasional melalui
manusia-manusia Indonesia. Oleh karena itu pendidikan diselenggarakan untuk
manusia Indonesia sehingga manusia Indonesia tersebut memiliki kemampuan
mengembangkan diri, meningkatkan mutu kehidupan, meninggikan martabat dalam
rangka mencapai tujuan nasional.
d)
Ruang lingkup yang dipelajari oleh
sosiologi pendidikan meliputi empat
bidang:
1.
Hubungan sistem pendidikan dengan
aspek masyarakat lain.
2.
Hubungan kemanusiaan.
3.
Pengaruh sekolah pada perilaku
anggotanya.
4.
Sekolah dalam komunitas,yang
mempelajari pola interaksi antara sekolah dengan kelompok sosial lain di dalam
komunitasnya.
B.
Kebudayaan dan pendidikan
Kebudayaan menurut taylor adalah totalitas yang
komplek yang mencakup pengetahuan,kepercayaan,seni,hukum,moral,adat, dan
kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh sebagai anggota
masyarakat(Imran manam 1989).Sedangkan Kneller mengatakan kebudayaan adalah
cara hidup yang telah dikembangkan oleh anggota-anggota masyarakat(Imran manam
1989).
Kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang
yang dimiliki bersama oleh sebuah
kelompok orang dan di wariskan dari generasi kegenerasi.
Pembagian perkelompokan kebudayaan
sebagai berikut:
1.
Kebudayaan umum,misalnya kebudayaan
indonesia
2.
Kebudayaan daerah,misalnya
kebudayaan jawa,bali,sunda,nusa tenggara timur,dll
3.
Kebudayaan populer suatu kebudayaan
yang masa berlakunya rata-rata lebih pendek dari pada kedua macam kebudayaan
terdahulu.misalnya lagu populer,model film musiman,model-model pakaian,dll
4. Dari ketiga
macam kebudayaan di atas mana yang patut diajarkan disekolah?Sebetulnya tiga
macam kebudayaan itu pantas diajarkan disekolah,asalkan profesinya disesuaikan
dengan waktu dan tempat yang jelas kebudayaan umum harus diajarkan pada semua
sekolah.Sementara itu kebudayaan daerah dapat dikaitkan dengan kurikulum muatan
lokal,jadi berbeda-beda disetiap daerah.Dan kebudayaan populer dapat juga
diajarkan dengan proforsi yang kecil,sebab kebudayaan itu sedang mencuat,tentu
disenangi anak-anak.
Ada tiga hal
yang menimbulkan perubahan kebudayaan.ketiga perubahan tersebut menurut Kneller
(imron manam)
1.
Originasi yaitu suatu yang baru atau
penemuan-penemuan baru.Hasil penemuan ini akan menggeser atau memperbaharui
yang lama.
2.
Difusi ialah pembentukan kebudayaan
baru akibat masuknya elemen-elemen yang baru ke dalam budaya yang lama.
3.
Reyenterpretasi ialah
perubahan-perubahan kebudayaan akibat terjadinya modifikasi elemen-elemen
kebudayaan yang telah ada agar sesuai dengan keadaan zaman.
Kerber dan
smith (imran manan, 1989) menyebutkan ada 6 fungsi utama kebudayaan dalam
kehidupan manusia sebagai berikut :
1.
Penerus keturunan dan pengasuh anak
Suatu fungsi yang menjamin
kelangsunag hidup biologis kelompok sosial.
2.
Pengembangan kehidupan berekonomi
Pendidikan sebagai budaya akan
membuat orang mampu menjadi pelaku ekonomi yang baik, bisa berproduksi secara
efektif dan efisien, dan mengembangkan bakat ekonomi dalam bidang tertentu.
3.
Transmisi budaya
Salah tugas pendidikan sebagai bagian
dari kebudayaan adalah mampu membentuk dan mengembangkan generasi baru menjadi
orang - orang dewasa yang berbudaya, terutama berbudaya nasional
4.
Meningkatkan iman dan takwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa
Pendidikan sebagai budaya haruslah
dapat anak – anak mengembangkan kata hati dan perasaannya taat terhadap ajaran
– ajaran agama yang dipeluknya.
5.
Pengendalian sosial
Yaitu pelembagaan konsep – konsep
untuk melindungi kesejahteraan individu dan kelompok.
6.
Rekreasi
Yaitu kegiatan – kegiatan yang
memberi kesempatan kepada orang untuk memuaskan kebutuhanya akan permainan –
permainan atau untuk bermain – main.
C.
Masyarakat dan Sekolah
Sekolah tidak dapat dipisahkan dari
masyarakat, hal ini jelas karena :
· Sekolah
milik masyarakat
· Sekolah
sebagai mercu penerang dan pusat kebudayaan
· Sekolah
bermanfaat bagi kemajuan budaya masyarakat, khususnya pendidikan anak-anak
· Masyarakat
memberi dukungan kepada sejumlah sekolah
· Perlu ada
badan kerjasama antara sekolah dengan masyarakat dalam menyukseskan pendidikan.
Lembaga pendidikan
tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat itu sendiri. Lembaga pendidikan ada di
masyarakat hidup bersama-sama dengan warga masyarakat. Antara masyarakat dan
sekolah saling membutuhkan. Masyarakat membutuhkan agar para siswa dan para
remaja dibina di sekolah, sebaliknya sekolah membutuhkan agar masyarakat
membantu kelancaran proses belajar di sekolah dengan memberikan berbagai macam
pikiran dan fasilitas.
Lembaga
pendidikan ibarat menara penerang, yaitu berada di masyarakat dan sekaligus
memberi penerang kepada masyarakat setempat. Lembaga pendidikan harus tetap
berakar pada masyarakat setempat, memperhatikan ide-ide masyarakat setempat,
memanfaatkan fasilitas setempat untuk belajar, menyesuaikan diri dengan
kebiasaan-kebiasaan hidup masyarakat setempat. Maka manfaat sekolah atau
pendidikan bagi masyarakat adalah sebagai berikut:
1.
Pendidikan sebagai transmisi budaya
dan pelestari pendidikan.
2.
Sekolah sebagai pusat budaya bagi
masyarakat sekitarnya.
3.
Sekolah mengembangkan kepribadian
anak di samping oleh keluarga anak itu sendiri.
4.
Pendidikan membuat orang menjadi
warga negara yang baik, tahu akan kewajiban dan haknya.
5.
Pendidikan meningkatkan integrasi
sosial atau kemampuan bermasyarakat.
6.
Pendidikan meningkatkan kemampuan
menganalisis secara kritis, melalui pelajaran ilmu, teknologi, dan kesenian.
7.
Sekolah meningkatkan alat kontrol
sosial dengan memberi pendidikan agam dan budi pekerti
8.
Sekolah membantu memecahkan masalah-masalah
sosial.
9.
Pendidikan adalah sebagai perubah
sosing baru melalui kebudayaan-kebudayaan yang baru.
10. Pendidikan
berfungsi sebagai seleksi dan alokasi tenaga kerja.
Hubungan yang erat antara sekolah dengan masyarakat
karena saling membutuhkan satu dengan yang lain, membuat kemungkinan
terbentuknya badan kerja sama yang relatif permanen. Badan kerja sama ini yang
anggota-anggotanya adalah wakil-wakil orang tua siswa, para tokoh masyarakat,
dan beberapa guru petugas membantu menyukseskanmisi pendidikan.
D.
Masyarakat Indonesia dan Pendidikan.
Sebagian
besar masyarakat Indonesia sekarang sudah sadar akan pentingnya pendidikan
untuk meningkatkan hidup dan kehidupan, asumsi mereka adalah makin tinggi
ijazah yang dapat diraih makin cepat dapat pekerjaan serta makin besar gaji
yang diterima.
Tidak
banyak yang menyadari (bahkan oleh pendidik sekalipun) bahwa kebudayaan
termasuk pendidikan di masyarakat, adalah sarana/wadah yang penting dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan anak
secara wajar , akibatnya perlu dilakukannya sejumlah pembenahan, antara lain :
a. Kerjasama
orang tua, masyarakat, dan pemerintah dalam memperbaiki pendidikan perlu
ditingkatkan.
b. Pendidikan
nonformal dan pendidikan informal, harus
ditangani secara serius, paling sedikit sama intensitasnya dengan penanganan
pendidikan jalur formal.
c. Kebudayaan,
terutama tayangan televisi, yang paling banyak pengaruhnya terhadap
perkembangan anak dan remaja, perlu ditangani dengan baik agar tidak berdampak
negatif.
d. Kebudayaan-kebudayaan
negatif yang lain perlu dihilangkan dengan berbagai cara.
Selanjutnya untuk membuat anak menjadi mandiri dan
berkompetensi, yang sebetulnya juga merupakan cita-cita pendidikan yang telah
digariskan, merupakan persoalan metodologi belajar dan mengajar. Bila dalam
belajar mereka sering atau selalu dihadapkan pada masalah yang nyata terjadi di
masyarakat dan diberi kesempatan untuk memecahkannya, tentu tujuan itu
lama-lama akan tercapai. Untuk itu, dalam
masa transisi ini kalau pendidikan akan direorganisasi, perlu :
a.
Memasukkan materi pelajaran yang
diambil dari keadaan nyata di masyarakat atau keluarga.
b.
Metode belajar yang mengaktifkan
siswa baik individual maupun kelompok.
c.
Beberapa kali mengadakan survei di
masyarakat tentang berbagai kebudayaan.
d.
Ikut memecahkan masalah masyarakat
dan keluarga.
e.
Memberi kesempatan berinovasi atau
kreatif menciptakan sesuatu yang baru.
E. Implikasi konsep pendidikan
2.
Perlu
dibentuk badan kerja sama antara sekolah dengan tokoh masyarakat, termasuk
wakil-wakil orang tua siswa, untuk ikut memajukan pendidikan.
3.
Proses
sosialisasi anak-anak perlu ditinggalkan
4.
Kebudayaan
menyangkut seluruh cara hidup dan kehidupan manusia yang diciptakan oleh
manusia ikut mempengaruhi pendidikan atau perkembangan anak.
5.
Akibat
kebudayaan masa kini, ada kemungkinan pergeseran paradigma pendidikan, yaitu
dari sekolah ke masyarakat luas dengan berbagai pengalaman yang luas.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Manusia adalah makhluk hidup yang
diberikan berbagai potensi oleh Tuhan, setidaknya manusia diberikan panca
indera dalam hidupnya. Mengingat begitu besar dan berharganya potensi yang
dimiliki manusia, maka manusia harus dibekali dengan pendidikan yang cukup
sejak dini.terjadi banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat sebagai akibat
dari era globalisasi. Dan pada kenyataannya masyarakat mengalami perubahan
sosial yang begitu cepat, maju dan memperlihatkan gejala disintegratif yang
meliputi berbagai sendi kehidupan dan menjadi masalah, salah satunya dirasakan
oleh dunia pendidikan. Tak hanya perubahan sosial, budaya pun berpengaruh besar
dalam dunia pendidikan akibat dari pergeseran paradigma pendidikan yaitu
mengubah cara hidup, berkomunikasi, berpikir, dan cara bagaimana mencapai
kesejahteraan. Dengan mengetahui begitu pesatnya arus perkembangan dunia
diharapkan dunia pendidikan dapat merespon hal-hal tersebut secara baik dan
bijak
B.
Saran
Landasan Sosial dan Budaya sangat diperlukan dalam kegiatan pendidikan
guna mendukung kegiatan-kegiatan yang di lakukan dalam dunia pendidikan dan
tidak hanya itu tanpa adanya sosial dan budaya yang berkembang dalam masyarakat
suatu pendidikan tidak akan berhasil dan berjalan dengan lancar serta mengalami
ketertinggalan zaman.
DAFTAR PUSTAKA
Pidarta,
Made. 1997. Landasan Kependidikan. Stimulus Ilmu Pendidikan Bercorak
Indonesia Jakarta : Rineka Cipta.
Landasan Sosial Budaya Pendidikan_Defauzan’s Blog.htm
http://landasan
kependidikan dan prob/landasan social budaya pend/LANDASAN SOSIAL BUDAYA
PENDIDIKAN_RahMaWaTi iNDaH LesTaRi.htm
Hesti, Joan.dkk.2013. Detik-detik Ujian Nasional
Sosiologi.Klaten : Intan Pariwara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar