BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Model sama dengan desain. Model
diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam
melakukan kegiatan. Model dapat dipahami sebagai: (1) suatu tipe atau desain;
(2) suatu deskripsi atau analogi yang dipergunakan untuk membantu proses
visisualisasi sesuatu yang tidak dapat dengan langsung diamati; (3) suatu
sistem asumsi-asumsi, data-data, dan inferensi-inferensi yang dipakai untuk
menggambarkan secara sitmatis suatu objek atau peristiwa; (4) suatu desain yang
disederhanakan dari suatu sistem kerja, suatu terjemahan realitas yang
disederhanakan; (5) suatu deskripsi dari suatu sistem yang mungkin atau
imajiner; dan (6) penyajian yang diperkecil agar dapat menjelaskan dan
menunjukkan sifat bentuk aslinya (Komaruddin, 2000:152)
Model pembelajaran merupakan suatu
rancangan untuk menggambarkan rincian dan penciptaan lingkungan yang menjadikan
anak untuk berinteraksi dalam pembelajaran sehingga terjadi
perubahan/perkembangan pada diri anak.
Kegiatan pembelajaran dengan model
pembelajaran berdasarkan sudut-sudut kegiatan, menggunakan langkah-langkah
pembelajaran yang mirip dengan model pembelajaran area, karena memperhatikan
minat anak. Jumlah sudut yang disediakan 5 sudut dalam penggunaannya
disesuaikan dengan program yang direncanakan dengan kisaran 2 sampai 5 sudut.
Dalam kondisi tertentu dimungkinkan 1 sudut lebih dari 1 kegiatan. Alat-alat
yang disediakan pada sudut-sudut kegiatan selayaknta lebih bervariasi dan
sering di ganti, disesuaikan dengan tema atau sub tema yang dibahas.
Model pembelajran sudut memberikan
kesempatan kepada anak didik belajar dengan kehidupan sehari-hari.
B.
Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah adalah sebagai
berikut:
1. Bagaimana
proses belajar dengan model pembelajran sudut?
2. Bagaimana
peran guru dalam pembelajaran sudut?
C.
Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah
untuk mengetahui bagaimana proses belajar jika menggunakan model pembelajaran
sudut dan bagaimana peran guru dalam model pembelajaran sudut.
D.
Manfaat
Hasil dari makalah ini diharapkan dapat
memberikan manfaat yaitu
1. Secara
Teoritis
a. Dapat
memeberikan khazanah keilmuan di Pendidikan Guru Pendidikan anak Usia Dini
dengan model pembelajaran sudut.
b. Dapat
dijadikan sebagai rujukan untuk mengkahi anak usia dini tersebut dengan
penelitian yang mendalam.
2. Secara
Praktis
a. Bagi
Peneliti
Hasil dari makalah inu
dapat dijadikan sebagai salah satui cara untuk menangani anak dengan model
pembelajaran sudut
b. Bagi
Pendidik
Hasil dari penelitian
ini dapat digunakan untuk membantu para pendidik dalam mengembangkan pemahaman
tentang anaka usia dini dengan model pembelajaran sudut.
c. Bagi
Pembaca
Hasil dari makalah ini
dapat memberikan informasi pada masyarakat luas dalam hal model pembelajaran
sudut pada anak usia dini, serta mengembangkan makalah ini lebih lanjut tentang
permasalahan anak usia dini.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
MODEL
PEMBELAJRAN SUDUT
Kegiatan
pembelajaran dengan model pembelajaran berdasarkan sudut-sudut kegiatan,
menggunakan langkah-langkah pembelajaran yang mirip dengan model pembelajaran
area, karena memperhatikan minat anak. Jumlah sudut yang disediakan 5 sudut
dalam penggunaannya disesuaikan dengan program yang direncanakan dengan kiasan
2 sampai 5 sudut. Dalam kondisi tertentu dimungkinkan 1 sudut lebih dari 1
kegiatan. Alat-alat yang disediakan pada sudut-sudut kegiatan selaykanya lebih
bervariasi dan sering diganti, disesuaikan dengan tema atau sub tema yang
dibahas.
B.
ASPEK-ASPEK PENDEKATAN SUDUT di PAUD
Sudut-sudut
yang dimaksud adalah :
a. Sudut Ketuhanan
Alat-alat yang ditempatkan adalah maket tempat ibadah,
peralatan ibadah, gambar-gambar, dan alat lainnya yang sesuai dengan keagamaan.
b. Sudut keluarga
Alat-alat pada sudut keluarga terdiri dari kursi tamu, meja
makan, peralatan dapur, peralatan ruang kamar tidur, boneka berbagai jenis, dan
peralatan lain di ruang tamu.
c. Sudut alam sekitar dan pengetahuan
Alat-alat pada sudut alam sekitar dan pengetahuan terdiri
dari akuarium, meja/rak untuk benda-benda obyek pengetahuan, kulit kerang,
biji-bijian, batu-batuan, kaca pembesar, timbangan, magnet dan alat-alat untuk
menyelidiki alam sekitar, gambar-gambar tentang alam sekitar dan gejala alam.
d. Sudut pembangunan
Alat-alat yang ditempatkan pada sudut ini adalah alat-alat
untuk permainan konstruksi, seperti balok, keping, geometri, alat pertukangan,
dan miniatur/model berbagai jenis kendaraan, plastisin, pledog, tanah liat.
e. Sudut kebudayaan
Alat-alat yang ditempatkan pada sudut kebudayaan adalah
peralatan musik/perkusi, rak-rak buku, buku perpustakaan, alat untuk pengenalan
bentuk, warna, konsep bilangan, simbol-simbol, alat untuk kreativitas, rumah
adat, pakaian adat, tokoh-tokoh pewayangan.
Keberadaan sudut-sudut kegiatan tersebut dapat ditempatkan
di dalam kelas maupun di ruang sendiri sesuai keadaan dan kondisi di PAUD
masing-masing. Pada waktu kegiatan di sudut berlangsung, pendidik tidak hanya
berada di salah satu sudut saja, tetapi juga memberikan bimbingan kepada
peserta didik yang membutuhkan atau mengalami kesulitan.
C.
PENGELOLAAN KELAS PADA MODEL SUDUT
Beberapa
hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas pada model pembelajaran
berdasarkan sudut-sudut kegiatan adalah :
·
Pengaturan alat bermain dan perabot di ruangan, termasuk
meja, kusi dan luasnya ruangan, disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan
khususnya pada sudut-sudut kegiatan.
·
Sumber belajar dan hasil kegiatan anak dapat dipajang di
papan atau di dinding ruangan. Hasil karya anak, dapat juga disimpan di laci
masing-masing anak sebagai portofolio.
·
Setelah digunakan untuk pembelajaran, alat bermain dirapikan
dan disimpan sedemikian rupa sehingga dapat melatih anak untuk pembiasaan yang
ingin dicapai seperti kemandirian, tanggung jawab, membuat keputusan, kebiasaan
mengatur kembali peralatan dsb.
D.
LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
PENDEKATAN SUDUT
a. Kegiatan awal (+30 menit)
Kegiatan yang dilaksanakan adalah bernyanyi, berdoa,
mengucap salam, membicarakan tema/sub tema diskusi kegiatan yang akan
dilaksanakan, dan melakukan kegiatan fisik/motorik.
b. Kegiatan inti (+60 menit) secara individual
di sudut-sudut kegiatan
Sebelum melakukan kegiatan inti, pendidik bersama anak
membicarakan tugas-tugas yang diprogramkan di sudut-sudut kegiatan. Setelah itu
pendidik menjelaskan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan disetiap sudut
kegiatan yang di programkan. Sudut yang dibuka setiap hari disesuaikan dengan
indikator yang dikembangkan dan sarana/alat pembelajaran yang ada. Kemudian
anak dibebaskan untuk memilih sudut kegiatan yang disukai sesuai dengan
minatnya. Anak dapat berpindah sudut kegiatan sesuai dengan minatnya tanpa
ditentukan oleh pendidik, pendidik memberi motivasi.
c. Istirahat/makan (+30 menit)
Kegiatan makan bersama menanamkan pembiasaan yang baik,
misalnya mencuci tangan, berdoa sebelum dan sesudah makan, berbagi bekal dengan
teman, membereskan dan merapikan alat-alat makan dan sebagainya. Setelah
kegiatan makan selesai, waktu yang tersedia dapat digunakan untuk bermain di
dalam atau di luar kelas.
d. Kegiatan akhir (+30 menit)
Kegatan akhir dilaksanakan secara klasikal, misalnya dengan
bercerita, bernyanyi, gotong royong, membersihkan kelas, diskusi kegiatan
sehari yang telah dilakukan, informasi kegiatan esok hari, berdo’a, dan
mengucapkan salam.
E.
PENILAIAN PADA PEMBELAJARAN DENGAN
PENDEKATAN SUDUT
Penilaian
yang dilakukan pada pembelajaran ini sama dengan penilaian pada model
pembelajaran kelompok denagn kegiatan pengaman, yaitu selama kegiatan
pembelajaran berlangsung, pendidik mencatat segala hal yang terjadi baik
terhadap perkembangan peserta didik maupun program kegiatannya sebagai dasar
bagi keperluan penilaian.
BAB III
PENUTUP
A.
Simpulan
Model pembelajaran merupakan suatu
rancangan untuk menggambarkan rincian dan penciptaan lingkungan yang menjadikan
anak untuk berinteraksi dalam pembelajaran sehingga terjadi perubahan/perkembangan
pada diri anak.
Kegiatan pembelajaran dengan model
pembelajaran berdasarkan sudut-sudut kegiatan, menggunakan langkah-langkah
pembelajaran yang mirip dengan model pembelajaran area, karena memperhatikan
minat anak. Dengan memiliki 5 aspek-aspek pendekatan.
B.
Saran
Sebaiknya
kalau menggunakan model pembelajaran sudut, kita menyediakan 5 sudut dalam
penggunaanya disesuaikan dengan program yang direncanakan kisara 2 sampai 5
sudut.
Dalam
kondisi tertentu dimungkinkan 1 sudut lebih dari 1 kegiatan. Alat-alat yang
disediakan pada sudut0sudut kegiatan selayaknya lebih bervariasi dan sring
diganti, disesuaikan dengan tema atau sub tema yang dibahas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar