Sabtu, 10 Desember 2016

MAKALAH MODEL PEMBELAJRAN SUDUT




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Model sama dengan desain. Model diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan. Model dapat dipahami sebagai: (1) suatu tipe atau desain; (2) suatu deskripsi atau analogi yang dipergunakan untuk membantu proses visisualisasi sesuatu yang tidak dapat dengan langsung diamati; (3) suatu sistem asumsi-asumsi, data-data, dan inferensi-inferensi yang dipakai untuk menggambarkan secara sitmatis suatu objek atau peristiwa; (4) suatu desain yang disederhanakan dari suatu sistem kerja, suatu terjemahan realitas yang disederhanakan; (5) suatu deskripsi dari suatu sistem yang mungkin atau imajiner; dan (6) penyajian yang diperkecil agar dapat menjelaskan dan menunjukkan sifat bentuk aslinya (Komaruddin, 2000:152)
Model pembelajaran merupakan suatu rancangan untuk menggambarkan rincian dan penciptaan lingkungan yang menjadikan anak untuk berinteraksi dalam pembelajaran sehingga terjadi perubahan/perkembangan pada diri anak.
Kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran berdasarkan sudut-sudut kegiatan, menggunakan langkah-langkah pembelajaran yang mirip dengan model pembelajaran area, karena memperhatikan minat anak. Jumlah sudut yang disediakan 5 sudut dalam penggunaannya disesuaikan dengan program yang direncanakan dengan kisaran 2 sampai 5 sudut. Dalam kondisi tertentu dimungkinkan 1 sudut lebih dari 1 kegiatan. Alat-alat yang disediakan pada sudut-sudut kegiatan selayaknta lebih bervariasi dan sering di ganti, disesuaikan dengan tema atau sub tema yang dibahas.
Model pembelajran sudut memberikan kesempatan kepada anak didik belajar dengan kehidupan sehari-hari.
B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana proses belajar dengan model pembelajran sudut?
2.      Bagaimana peran guru dalam pembelajaran sudut?
C.    Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses belajar jika menggunakan model pembelajaran sudut dan bagaimana peran guru dalam model pembelajaran sudut.
D.    Manfaat
Hasil dari makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat yaitu
1.      Secara Teoritis
a.       Dapat memeberikan khazanah keilmuan di Pendidikan Guru Pendidikan anak Usia Dini dengan model pembelajaran sudut.
b.      Dapat dijadikan sebagai rujukan untuk mengkahi anak usia dini tersebut dengan penelitian yang mendalam.
2.      Secara Praktis
a.       Bagi Peneliti
Hasil dari makalah inu dapat dijadikan sebagai salah satui cara untuk menangani anak dengan model pembelajaran sudut
b.      Bagi Pendidik
Hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk membantu para pendidik dalam mengembangkan pemahaman tentang anaka usia dini dengan model pembelajaran sudut.
c.       Bagi Pembaca
Hasil dari makalah ini dapat memberikan informasi pada masyarakat luas dalam hal model pembelajaran sudut pada anak usia dini, serta mengembangkan makalah ini lebih lanjut tentang permasalahan anak usia dini.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    MODEL PEMBELAJRAN SUDUT
Kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran berdasarkan sudut-sudut kegiatan, menggunakan langkah-langkah pembelajaran yang mirip dengan model pembelajaran area, karena memperhatikan minat anak. Jumlah sudut yang disediakan 5 sudut dalam penggunaannya disesuaikan dengan program yang direncanakan dengan kiasan 2 sampai 5 sudut. Dalam kondisi tertentu dimungkinkan 1 sudut lebih dari 1 kegiatan. Alat-alat yang disediakan pada sudut-sudut kegiatan selaykanya lebih bervariasi dan sering diganti, disesuaikan dengan tema atau sub tema yang dibahas.

B.     ASPEK-ASPEK PENDEKATAN SUDUT di PAUD
Sudut-sudut yang dimaksud adalah :
a.       Sudut Ketuhanan
Alat-alat yang ditempatkan adalah maket tempat ibadah, peralatan ibadah, gambar-gambar, dan alat lainnya yang sesuai dengan keagamaan.
b.      Sudut keluarga
Alat-alat pada sudut keluarga terdiri dari kursi tamu, meja makan, peralatan dapur, peralatan ruang kamar tidur, boneka berbagai jenis, dan peralatan lain di ruang tamu.

c.       Sudut alam sekitar dan pengetahuan
Alat-alat pada sudut alam sekitar dan pengetahuan terdiri dari akuarium, meja/rak untuk benda-benda obyek pengetahuan, kulit kerang, biji-bijian, batu-batuan, kaca pembesar, timbangan, magnet dan alat-alat untuk menyelidiki alam sekitar, gambar-gambar tentang alam sekitar dan gejala alam.
d.      Sudut pembangunan
Alat-alat yang ditempatkan pada sudut ini adalah alat-alat untuk permainan konstruksi, seperti balok, keping, geometri, alat pertukangan, dan miniatur/model berbagai jenis kendaraan, plastisin, pledog, tanah liat.
e.       Sudut kebudayaan
Alat-alat yang ditempatkan pada sudut kebudayaan adalah peralatan musik/perkusi, rak-rak buku, buku perpustakaan, alat untuk pengenalan bentuk, warna, konsep bilangan, simbol-simbol, alat untuk kreativitas, rumah adat, pakaian adat, tokoh-tokoh pewayangan.
Keberadaan sudut-sudut kegiatan tersebut dapat ditempatkan di dalam kelas maupun di ruang sendiri sesuai keadaan dan kondisi di PAUD masing-masing. Pada waktu kegiatan di sudut berlangsung, pendidik tidak hanya berada di salah satu sudut saja, tetapi juga memberikan bimbingan kepada peserta didik yang membutuhkan atau mengalami kesulitan.
C.    PENGELOLAAN KELAS PADA MODEL SUDUT
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas pada model pembelajaran berdasarkan sudut-sudut kegiatan adalah :
·         Pengaturan alat bermain dan perabot di ruangan, termasuk meja, kusi dan luasnya ruangan, disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan khususnya pada sudut-sudut kegiatan.
·         Sumber belajar dan hasil kegiatan anak dapat dipajang di papan atau di dinding ruangan. Hasil karya anak, dapat juga disimpan di laci masing-masing anak sebagai portofolio.
·         Setelah digunakan untuk pembelajaran, alat bermain dirapikan dan disimpan sedemikian rupa sehingga dapat melatih anak untuk pembiasaan yang ingin dicapai seperti kemandirian, tanggung jawab, membuat keputusan, kebiasaan mengatur kembali peralatan dsb. 
D.    LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN PENDEKATAN SUDUT
a.       Kegiatan awal (+30 menit)
Kegiatan yang dilaksanakan adalah bernyanyi, berdoa, mengucap salam, membicarakan tema/sub tema diskusi kegiatan yang akan dilaksanakan, dan melakukan kegiatan fisik/motorik.
b.      Kegiatan inti (+60 menit) secara individual di sudut-sudut kegiatan
Sebelum melakukan kegiatan inti, pendidik bersama anak membicarakan tugas-tugas yang diprogramkan di sudut-sudut kegiatan. Setelah itu pendidik menjelaskan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan disetiap sudut kegiatan yang di programkan. Sudut yang dibuka setiap hari disesuaikan dengan indikator yang dikembangkan dan sarana/alat pembelajaran yang ada. Kemudian anak dibebaskan untuk memilih sudut kegiatan yang disukai sesuai dengan minatnya. Anak dapat berpindah sudut kegiatan sesuai dengan minatnya tanpa ditentukan oleh pendidik, pendidik memberi motivasi.
c.       Istirahat/makan (+30 menit)
Kegiatan makan bersama menanamkan pembiasaan yang baik, misalnya mencuci tangan, berdoa sebelum dan sesudah makan, berbagi bekal dengan teman, membereskan dan merapikan alat-alat makan dan sebagainya. Setelah kegiatan makan selesai, waktu yang tersedia dapat digunakan untuk bermain di dalam atau di luar kelas.
d.      Kegiatan akhir (+30 menit)
Kegatan akhir dilaksanakan secara klasikal, misalnya dengan bercerita, bernyanyi, gotong royong, membersihkan kelas, diskusi kegiatan sehari yang telah dilakukan, informasi kegiatan esok hari, berdo’a, dan mengucapkan salam.
E.     PENILAIAN PADA PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SUDUT
Penilaian yang dilakukan pada pembelajaran ini sama dengan penilaian pada model pembelajaran kelompok denagn kegiatan pengaman, yaitu selama kegiatan pembelajaran berlangsung, pendidik mencatat segala hal yang terjadi baik terhadap perkembangan peserta didik maupun program kegiatannya sebagai dasar bagi keperluan penilaian.


BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
Model pembelajaran merupakan suatu rancangan untuk menggambarkan rincian dan penciptaan lingkungan yang menjadikan anak untuk berinteraksi dalam pembelajaran sehingga terjadi perubahan/perkembangan pada diri anak.

Kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran berdasarkan sudut-sudut kegiatan, menggunakan langkah-langkah pembelajaran yang mirip dengan model pembelajaran area, karena memperhatikan minat anak. Dengan memiliki 5 aspek-aspek pendekatan.
B.     Saran
Sebaiknya kalau menggunakan model pembelajaran sudut, kita menyediakan 5 sudut dalam penggunaanya disesuaikan dengan program yang direncanakan kisara 2 sampai 5 sudut.
Dalam kondisi tertentu dimungkinkan 1 sudut lebih dari 1 kegiatan. Alat-alat yang disediakan pada sudut0sudut kegiatan selayaknya lebih bervariasi dan sring diganti, disesuaikan dengan tema atau sub tema yang dibahas.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar